Aku ingin membuka mataku.Sedikit demi sedikit mataku terbuka. “Belajar kan nggak harus pas ada PR.” ucapnya menasehati. Bokepindo Kamu duduk di punggung Mas Agus aja biar gampang.” ucapnya. Kuletakkan kembali kursi kembali ke tempatnya. Warnanya pun yang tadinya putih kini memerah. Tapi kemudian aku teringat akan kejadian yang baru saja kulihat. Sini Mas Agus bukain bajunya.” Tanpa mendengar jawabanku, paman langsung melucuti pakaianku satu persatu sampai telanjang sama sepertinya. Kubuka mataku pelan-pelan. “Iya.” jawabku singkat. Lalu aku beranjak ke ruang keluarga dan menyalakan TV. Kemudian Mas Agus menarikku ke dalam dekapannya. Mungkinkah Mas Agus tidak seperti yang kupikirkan selama ini. Ah! Aku dapat merasakan penis itu semakin lama semakin membesar. Di dalamnya terlihat CD-nya yang berwarna putih. Tapi dalam hening malam itu, aku terusik oleh sesuatu.




















