Lenguhan itu semakin panjang ketika Rido mulai menggerakkan pinggulnya. Setelan itu jelas terlihat mahal. Bokep Hot Cinta sudah terbiasa menginap di rumah Felisia, demikian pula sebaliknya. “Biasalah nyalurin ‘hobby’ hahaha”. Termasuk juga kepada beberapa laki-laki yang berada di kosan tersebut. Sekilas dilihatnya jam di dinding hampir menunjukkan pukul 1 siang. Lama tidak mendengar komentar dari Cinta, akhirnya Om Ridwan pun melanjutkan kata-katanya. Cinta sedikit berbisik, kemudian berjalan menjauhi kekasihnya. “Kalau Cinta menolak, Om bakal cerita semua rahasia ke orang tua Cinta?”. Dimata Cinta yang utama adalah si ‘klien’ bisa memenuhi standar harga yang ditetapkannya, itu saja.“Kamu tunggu sebentar, biar Om nyelesaiin administrasinya dulu”. Om Ridwan adalah ayah dari Felisia, sahabat karibnya di kampus. “Boleh deh Om, Cinta juga gak ada acara kok”. Mungkin saja ia baru selesai menikmati kehangatan tubuh gadis yang sedang digandengnya itu.Tak kalah terkejutnya dengan Cinta, Om Ridwan juga berpikiran yang sama. Berpikir apakah dirinya cukup gila untuk menjalin sebuah afffair.




















