Besok mungkin aku harus menyiapkan rencana untuk pindah dari kost ini, bahkan kalau bisa harus pergi dari kota ini sebelum Candra kembali mengerjaiku. Semakin dekat ia memandang, akhirnya dia pun memberanikan diri menjamah susuku, “Wuuih kenyal banget…”, kata Candra dengan perlahan. Bokep Rusia Air mataku mulai menetes karena aku tidak mampu melawan Candra, walau pun tubuhnya kurus, namun tindihannya kuat, aku tidak bisa bergerak.“Tolong jangan….”, aku memohon dengan terisak-isak. Aku sangat ingat di hari setelah itu, kemalangan mulai menyelimutiku.Pulang dari sekolah, aku mendapatkan sms dari Mas Wahyu, katanya ia sedang sibuk dan tidak bisa pulang ke kost. Kamarnya sedikit berantakan, tidak ada tempat duduk selain berduduk di kasurnya. Aku memang sudah tahu apa yang dia inginkan. Sungguh rendah rasanya, aku merasa ternoda, apalagi Chandra berpesan, “Lain kali ke sini lagi ya kalau gue minta…”.Hari itu aku sangat lelah, lelah pikiran dan perasaan. “Ga!”, jawabku sambil melepaskan tanganku dari penia besarnya.Ia pun tampak cemberut, ia menjawab dengan nada sedikit mengancam, “Ini buat




















