“Sudah lama mas?” tanyanya.Belum sempat menjawab…Kudengar suara derap kuda dokar mendekat. Bokeb Aku melongokkan ke dalam ruang itu. Sederhana sekali. Tapi sudah lama dia masuk ke kesatuan pasukan, hanya saja otaknya agak kurang cerdas alias agak bodoh sehingga dia ditempatkan sebagai penjaga tahanan. tidak apa-apa Tot… nanti kamu juga boleh pegang punyaku. Tapi terlempar ke masa lalu membuatku sangat bergairah. Apalagi dijaga oleh seorang penjaga dengan busana tanpa atasan. Sederhana sekali. Kontolku juga. Badannya gempal, perutnya sixpack, tapi bodohnya cuma setingkat lebih tinggi dari monyet. Aku coba membiasakan diri dengan ini. Sore sudah berlalu dan keadaan cukup gelap di tempat itu. Untung saja dia masih punya nafsu.Setelah beberapa kali remasan kontol Sentot mengeras juga. Untung saja gelap jadi aku yakin mereka tak akan melihat jelas bentuk kontolku.“UH!” aku agak berteriak kaget karena panasnya air. Kan kita sama-sama punya kontol.”Sentot mendekat lagi. Pandanganku agak kabur lalu jelas lagi. Kan kita sama-sama punya kontol.”Sentot mendekat lagi. Mungkin dia malu karena kontolnya pendek




















