Ini merupakan tahun ketiga ia bekerja di sana. Bokepindo Raffa meneruskan tusukannya. ” jerit ummi Annida seperti kesetanan.“Terusssssss, jangan berhenti. ngapain?” tanyanya lagi karena tak pernah menyangka anak bapak amin berani berbuat seperti itu padanya.“raffa.. Nggak apa-apa ?” tanyanya demikian polos.“Nggak sayang.. enak nggak?” Tanya ummi Annida sambil melirik wajah anak itu.“Tampan juga anak ini, walau masih ingusan tapi ia tetap seorang lelaki juga”, pikir ummi Annida.Bukankah tadi ia merindukan kehadiran seorang lelaki untuk memuaskan rasa dahaga yang demikian menggelegak? ummi Annida lalu tersenyum kepada raffa seraya meraih tangannya.“raffa mau pegang ini?” katanya kemudian sambil menaruh tangan raffa ke atas payudaranya yang sudah tertutup baju dan kerudung.“Iya.. uugghh..”raffa mengikuti semua perintah ummi Annida. Entah kenapa tiba-tiba ia ingin mencium buah dada itu dan mengemot putingnya seperti ketika ia masih bayi.“ups…Oughhh……!!Aaahhh..Ssshhh…Oohhh….ter ussss…”ummi Annida terperanjat akan perubahan ini sekaligus senang karena meski sedotan itu tidak semahir lelaki dewasa tapi cukup membuatnya terangsang hebat.




















