Ada sedikit rasa kagum melihat anak itu. Gila. Bokep Jepang Aku yang bisa dikatakan sedikit menggigil memperhatikan mobil, motor, becak, andong, bajaj, hingga truk lalu lalang. Seperti biasa, aku berdiri di tempat ini, di dekat tiang nama jalan yang bertuliskan Jalan Merdeka Raya. Anak itu kembali menyodorkan jualannya, tapi kini cara berdirinya kurang stabil. Ketika hujan datang, aku membasah. Sedikit-sedikit oleng ke kiri, atau oleng ke kanan. Aku langsung ingin mengutuk diri. Ada sedikit rasa kagum melihat anak itu. Aku yakin sekali, orang tuanya sudah berhasil mendidiknya dengan ajaran agama. Meskipun hujan membuatku gigil, atau panas yang datang tak tanggung-tanggung. Itu cuma dugaanku. “Terima kasih banyak, Pak. Di dekat semak-semak, tak terlalu jauh dari tepi jalan, di tempat yang agak gelap. Aku tetap bertahan di tempatku berdiri, tetap menyaksikan anak laki-laki penjual kantong plastik di dekat tiang lampu merah yang juga masih berjualan. Baru satu orang yang beli.”
“Ya sudah. Siapalah aku, aku hanyalah tiang listrik yang mengadu nasib di jalan raya.,,,,,,,,,,




















