“ennnaakkk..” katanya. Sambil tetap menjilati leher dan telinganya, aku berbisik “enak Vin?” dia mengangguk lemah. Bokep Asia “bantuin aku juga donk say” kataku. Tangannya mengocok pelan kontolku. Aku bangkit, membuka file dan menayangkan film BF di monitor komputerku lantas kembali berbaring disampingnya. Terus kumainkan pinggulku dan perlahan menaikkan ritme, semakin cepat dan semakin cepat. Kedua kakinya yang ada di pundakku kuturunkan. “kalau lama-lama liat gini nafsuku jadi tambah nich” candaku. Tanganku bergerak masuk dalam kosnya, ku remas-remas dan kupilin putingnya dari dalam. Setelah aku menutup pintu, aku liat Vina sudah berbaring di tempat tidurku, cardigannya di letakkan di samping komputer dan hanya memakai t shirt putihnya. “aku malah belum pernah ML ama Wanda (Vina mungkun mengira aku masih berpacaran dengan adik tingkatku di kampus yang memang dia kenal) tapi sama cewek lain penah sekali” jawabku setengah jujur.




















