masih hidup..?” teriakku tiba-tiba. Bulu kudukku langsung merinding jadinya. Bokeb Wah.. lantas apa tujuan Kalian menipu Aku..?” tanyaku marah sekali. Oh ya, tadi memang aku lupa menanyakan ke Parto, dari mana petugas emergency memperoleh mayat ini.Setelah sekitar setengah jam, aku baringkan mayat itu seperti biasa di kasur. Dan benar, “Crot.. “Parto..! Aku meremasnya sambil menyabuninya. Kok Kamu tidak ingat sih..? Kusingkapkan paha putih mulusnya lebar-lebar. jeb.. Tanpa berlama-lama lagi, aku segera membuka seluruh pakaian wanita itu. Tiba-tiba aku mendapat ide. Dan, “Byur-byur-byur..” kusirami tubuh indah itu dengan air yang lumayan dingin.Beberapa menit kemudian, aku membawa mayat itu ke suatu ranjang. Setelah mayat itu terbaring dengan posisi yang menurutku bagus di ranjang itu, segera kulucuti semua pakaian yang kukenakan. Yang penting, nanti malam, setelah semua sepi, aku akan ‘mengerjai’-nya dengan senjata andalanku yang siap setiap saat.Seperti biasa, kumandikan mayat baru itu dengan penuh semangat.




















