Jantungku berdegub kencang ketika aku melihat Rina hanya tertutup daster kecil jauh di atas lutut.“Kecoaknya udah pergi”, Rina berkata sambil tersenyum.Aku terdiam dan terpana, Rina tidak merasa malu sedikitpun dia malah menyemprotkan shower yang dia pegang ke arahku, akupun basah kuyup. Semua biaya ditanggung oleh keluarga Rina termasuk motorku yang rusak. Bokep Jilbab/Hijab Akupun sangat berterima kasih sebab akan banyak mengurangi biayaku. Kami sangat menikmatinya dan aku bicara kepada orang tua Rina untuk meminangnya, mereka setuju.Kami sangat bahagia dan semakin gila-gilaan melakukan perbuatan mesum tersebut tanpa kenal waktu dan ruang.,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, Setelah itu Rina melangkah ke kamar mandi, aku mengikutinya dari belakang. Kemudian kembali penisku mengejang dan cairan itu menyemprot diding rahim Rina. Rina tersenyum puas.Kami melanjutkan lagi masak dan makan malam. Sejak peristiwa itu aku dirawatnya hingga aku pulang, kedua orang tuanya pun selalu menjengukku tiap sore hari, maklumlah aku anak perantauan yang jauh dari keluarga.Setelah seminggu dirawat aku diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit.










