Jangan Sayang, kita nggak ada waktu, sebentar lagi acara dimulai, suamiku menolak halus.Agak kecewa juga aku menerima penolakan suamiku, padahal dia sudah hampir telanjang dan siap untuk melanjutkan permainan. Bokep Mama Mataku tetap terpejam selama dia menyetubuhiku,rasanya masih begitu berat untuk dibuka. Sepertinya dia masih tidak sadar kalau aku sempat menghilang. Dengan hanya berbalut handuk aku keluar kamar mandi. Kudampingi suamiku memberikan sambutan di atas panggung,lalu disusul sambutan lainnya yang aku tak tahu satu persatu, masing masing memberikan kesan kesan selama bekerja bersama perusahaan ini, ada yang serius ada yang santai dan ada pula yang penuh humor, semua menyampaikan sambutan dengan gayanya masing masing.Kutinggalkan suamiku yang masih asyik mengobrol dari satu kelompok ke kelompok lainnya, capek juga berdiri terus, apalagi dengan sepatu hak tinggi seperti ini, kucari kursi yang masih kosong di tempat agak belakang sambil menikmati slow musik yang mengalun secara dari panggung.Malam Bu, kok sendirian, Bapak mana?, aku dikagetkan sapaan sopan dari Pak Edy, asisten suamiku di kantor, dia




















