Aku memang terlahir dari keluarga yang cukup berada. Sebenarnya banyak cowok yang menaruh hati dan mengharapkan cintanya.Tapi Linda malah menaruh hati padaku. Bokep Cina “Iya, Tante”, sahutku.Dan memang tepat jam tujuh malam aku datang ke rumah Linda. Aku tidak canggung lagi, karena memang sudah saling mengenal. Aku memang mudah sekali disogok. Karena pemberiannya itu aku jadi menyukai Mas Herman. Berulang kali dia menuntun tanganku ke dadanya yang kini sudan polos. “Ohh…”, Linda mengeluh panjang.Dia seakan baru benar-benar menyadari kalau aku bukan hanya tidak pernah pacaran, tapi masih sangat polos sekali. “Cinta…?” aku mendesis tidak mengerti.Entah kenapa Linda tersenyum. Bahkan dia sering main ke rumahku, Ayah dan Ibu juga senang dan berharap Linda bisa jadi kekasihku.Begitu juga dengan Mbak Lisa, sangat cocok sekali dengan Linda Tapi aku tetap tidak tertarik padanya. Sedangkan aku sendiri sama sekali tidak peduli, tetap menganggapnya hanya teman biasa saja. Saat itu pandangan mataku jadi nanar dan berkunang-kunang. Di kampus, sebenarnya ada seorang gadis yang perhatiannya padaku begitu




















