Tapi sewaktu aku mau melepas CD-ku, Syeni mencegahnya. Kaos yang dipakainya tak berkancing. Bokep Korea Benar2 mendebarkan ..Syeni membuka blousenya sendiri hingga jatuh ke lantai. Kalau tidak kuteruskan, berarti aku menolak keinginan pasien, dan terus terang rugi juga dong . Kata-kataku meluncur begitu saja tak terkontrol. Agar aku lebih leluasa memeriksa daerah dadanya.“Engga apa-apa Dok” kata ibu itu sambil membantuku menahan kaosnya di bawah leher.Karena kondisi daerah dadanya yang menggelembung itu dengan sendirinya stetoskop itu “harus” menempel-nempel juga ke lereng-lereng bukitnya.“Ambil nafas Bu.”Walaupun tanganku tak menyentuh langsung, melalui stetoskop aku dapat merasakan betapa kenyal dan padatnya payudara indah ini.Jelas, banyak lendir di saluran pernafasannya. Bahkan dengan nakalnya telapak tangnku mengusapi putingnya, keras ! Aku langsung memberi isyarat untuk diam. herannya aku nurut saja, bahkan menikmati.Ketika rintihan Syeni makin tak terkendali, aku khawatir kalau kedua suster itu curiga. Ini namanya rejeki nomplok. Syeni puas”
“Ah masa .. Menjelajahi dada wanita dengan stetoskop membuatku jadi “syur”, padahal sebelum itu, merupakan pekerjaan yang membosankan.




















