aku cuma main-main.. Huf.. Bokep Live oh ya, saya Jefri, kalo Adik?” Tanyanya sambil mengulurkan tangannya ke arahku untuk bersalaman. kalo-kalo..” Belum selesai kata-kataku, Kak Jefri mendekatiku dan bertanya dengan serius. Kepalaku tiba-tiba pusing karena tidak percaya, mataku terus kukusek-kusek seakan penglihatanku berkunang-kunang. Karena tidak sabaran, segera saja aku berlutut dan menarik celana training-nya dan wuih! Penis di balik CDnya begitu besar, kenyal dan sudah begitu tegangnya. pikirku sangat menggelikan ide ini, mana ada yang mau ditemanin ngomong kalo begini. Kemudian pria yang tadi juga ternyata berhenti bermain dan datang ke arahku, ia duduk di sampingku dan membuat minuman yang ditambahkan vitamin berbentuk tablet efervesent, ia lalu meneguknya sampai habis. Saat itulah Kak Jefri muncul. Sedangkan aku, walah-walah, lebih baik aku mengurungkan niatku untuk mengenal dia yang mempunyai standar ‘gampang laku bila beredar di pasaran’.Akhirnya mimpiku hanyalah mimpi, tapi aku tidak habis pikir, betulkah pria tadi siang itu gay, andaikan betul, beruntung benar pria yang akan jadi kekasihnya nanti.




















