Dengan senyum yang biasa menghiasi wajahnya Naya mengantarku sampai di depan rumahnya. Apa mungkin karena dengannya aku tidak pernah melakukan cerita dewasa, hingga aku dengan gampangnya melakukan perselingkuhan itu. Bokep Thailand Tapi karena Sofi yang berubah sikapnya bahkan dia rela memutuskan aku karena dia memutuskan akan menikah. Langsung saja aku mengahmpiri dan berkata” Sudah lama nunggunya… ” Diapun menjawab singkat” Baru saja… ” Katanya sambil menunduk, mungkin dia tidak berani memandang wajahku.Di sana aku melihat wajah Sofi yang semakin kurus saja.Mungkin karena rasa simpatiku itu, aku menurut saja ketika dia bilang dia mau ke rumahku.Sebenarnya aku sudah mempunyai sebuah rumah minimalis yang aku hasilkan sendiri dari hasil pekerjaanku. Dengan senyum yang biasa menghiasi wajahnya Naya mengantarku sampai di depan rumahnya. Dengan pelan tapi pasti Sofi merosot di depanku, hingga dia berada pas di depan penisku yang masih lemas. Di cafe itu aku dapat melihat kalau Naya keluar dari kantornya.Dari balik kaca aku melihantnya setelah setengah jam aku menunggu, kulihat Naya bergegas




















