Pak Rahmatpun lalu membuka kedua kaki Andini dan mengarahkan penisnya kebelahan vagina Andini.Beberapa kali meleset, hingga dengan hati-hati ia angkat kedua kaki Andini yang panjang itu kebahunya, dan barulah ia bisa memasukan kepala penisnya.“Aduhhhhhh pak.. Vidio XNXX aughhhhghhhhh… ghhh… sakit pak…” jerit Andini. Pak Rahmat mendengarnya dengan penuh perhatian dan sesekali mencuri pandang dada Andini. “Nanti juga hilang sakitnya buk…” terangnya lagi.Sekali hentak maka seluruh penisnya masuk dan ia maju mundurkan. Lalu Pak Rahmat berjalan keluar dan ia tinggalkan Andini. Lalu mereka sampai di kediaman Andini yang merupakan juga rumah milik Pak Rahmat. Andini tak enak hati jika ia meninggalkan Pak Rahmat sendirian malam itu karena Pak Rahmat telah banyak membantunya. Andini merasa heran karena laki-laki seumur Pak Rahmat masih memiliki stamina yang prima dalam berhubungan. Pak Rahmat pun sering meminjamkan sepeda motornya kepada Andini untuk tugas-tugasnya, kadang-kadang ia sendiri yang memboncengkan Andini saat Andini ingin ke desa sebelah.




















