Hantu Wawan menghilang dan berubah jadi asap sehingga kami tinggal berdua lagi di ruangan itu. “tapi bo’ong,,”. Bokep Jepang “iya donk mbah”. Setelah itu, aku mandi sambil ditemani oleh Mbok Tari karena aku masih merasa takut. “silakan duduk dek Vina, sebentar ya, gue lagi main CS nih”. “jiilaatt,,,donnngg”, kataku meminta karena birahiku yang sudah tidak bisa kutahan lagi. “emang bener?”, tanya Mbah Centeng kepadaku. “ya lagi males aja”. Selain merasa deg-degan, aku juga merasakan vaginaku basah, maka dari itu aku langsung membuka selimut dan melihat ke arah selangkanganku yang terbalut celana tidurku yang terbuat dari katun. Itulah sebabnya aku tidak mau menerimanya menjadi pacarku, yah aku memang tidak mempermasalahkan wajahnya yang jelek, culun dan jerawatan itu. Sejak kejadian malam itu, aku sering melihat bayangan Wawan baik di cermin, jendela, ataupun tepat berada di hadapanku. Setelah kupikir-pikir Mbok Tari ada benarnya juga sehingga aku menjadi tenang.




















