Tapi teman saya meminta pulang ke rumahnya karena sudah mabuk. Bokepindo pun akhirnya mengerti dengan keputusanku. Pemandangan yang selama ini hanya saya bayangkan karena Jakarta-Denpasar cukup jauh. pulang ke Jakarta. belum bertemu, tapi lewat bujuk rayu akhirnya saya bisa mendapatkan puluhan foto telanjang dia yang dia ambil bersama temen kostnya di Denpasar.Selesai dengan deadline, saya akhirnya sepakat bertemuS. sama sekali tidak canggung karena kami memang sering phone sex dan saling kirim foto telanjang masing-masing. Mungkin karena kecapekan, teman S. Tapi saya bekerja di Jakarta, sebuah harian yang berbahasa Mandarin. pun akhirnya mengerti dengan keputusanku. Kami meneruskan ngobrol di ruang tamu. meminta saya tidur di kamar bersama temannya. langsung membenamkan wajah saya ke memeknya. melenguh pelan, “Sayang, terus, terus jilatin, gigit itilnya sayang”, kata S. mulai menemani saya di ruang tamu. Oh ya, tiga tahun silam, saya berumur 30 tahun, jadi bisa dibayangkan betapa saya memiliki hasrat yang luar biasa.




















