Sederhana sekali. Bokep Asia jadi kuputuskan membuka bajuku dan bertelanjang bulat seperti mereka.Aku mendapat pancuran ketiga di sisi sebelah kanan. Badannya gempal, perutnya sixpack, tapi bodohnya cuma setingkat lebih tinggi dari monyet. Aku sendiri kini dalam kegelapan di bawah kehangatan air panas.Terdengar suara motor parkir. Tapi sudah lama dia masuk ke kesatuan pasukan, hanya saja otaknya agak kurang cerdas alias agak bodoh sehingga dia ditempatkan sebagai penjaga tahanan. Si Rio mengambil posisi di tengah. Satunya memang bergaya ‘agak’ gemulai tapi satunya mirip Rio Dewanto. Apalagi dijaga oleh seorang penjaga dengan busana tanpa atasan. Aku bingung dengan apa yang terjadi.Dua orang berpakaian jawa kuno masuk dengan membawa tombak.“Sebaiknya tuan Arya Sembrani berpakaian karena kami harus membawa tuan …”Siapa Arya Sembrani? Sesudah mengemasi semua mereka berpamitan sekali lagi. Kenapa aku dipanggil tuan? monggo mas…”Mereka berdua berdiri lalu berpakaian tanpa mengenakan celana dalam lagi. SATU. Kujawab pula dengan jawaban yang sama.




















