Uwak sudah menciumi wajah serta leherku dengan hembusan napasnya yang keras dan memburu. Bokepindo “Kemana saja, dari pada bengong di sini..” sahutnya. Sementara matahari sudah naik cukup tinggi. Uwak sudah menciumi wajah serta leherku dengan hembusan napasnya yang keras dan memburu. Tanpa menunggu jawaban lagi, dia langsung mengayunkan kakinya, dan pria itu menggandeng tanganku. Dan tanpa banyak tanya lagi, aku langsung mengantarkan pria itu sampai ke rumahnya yang berada di lingkungan Perak, sebenarnya aku mau langsung pulang. Aku benar-benar terkejut, tetapi tidak dapat berbuat apa-apa. “Kemana saja, dari pada bengong di sini..” sahutnya. Dan tanpa banyak tanya lagi, aku langsung mengantarkan pria itu sampai ke rumahnya yang berada di lingkungan Perak, sebenarnya aku mau langsung pulang. “Nama kamu bagus..,” aku memuji hanya sekedar berbasa-basi saja. Tanpa diduga sama sekali, justru Uwak yang mengajak pulang lebih dulu.“Mobilku di parkir disana..” katanya sambil menunjuk deretan mobil-mobil yang cukup banyak terparkir.




















