Telah beberapa orang sebelum angkatan mereka masuk telah kutelusuri pola kehidupannya. Frank tampak lebih segar setelah istirahat di cockpit siang tadi. Bokep Montok Masih ada dua rute lagi harus kami jalani untuk sampai ke pulau Tarakan. “Oke, kopi instant tanpa gula”, akhirnya aku menjawabnya. “Mas sorry aku yang nelpon, abis ruang operator baru sepi nih..”
“Eh, aku dong yang sorry.., terlambat tiga menit nelpon kamu…”
“Ya Mas aku tahu, kan di ruang operator, emang baru ngobrol penting ya tadi sama pramugari di kamar 204?”
“Ah enggak, mereka cuman mau nanya mau makan di mana kok…”
“Ooo”, sahutnya
“Eh Mbak Ana pulang jam berapa?”
“Lho kok pake Mbak?”
“Abis umurku baru dua dua dan mbak kayaknya udah lama kerja di sini..”, jelasku. But it’s true. “Ana.., kalo Mas?”
“Nanti di telepon aja, dinding-dinding sini bertelinga”, kataku sok gentle.Kuterima kunci kamar yang ia sorongkan, tak luput aku pegang tanganya yang menjulurkan kunci.




















