Mual-mual terasa hingga aku pun muntah, “HOEKK….”, semua yang ada di dalam perutku termuntah keluar hingga mengotori sekitar mulutku. Bokep Mama “HOEK”, aku seperti ingin muntah, namun tidak keluar. “Demammu sangat tinggi, semoga aku bisa menanganinya”, kata dokter itu. Kakiku langsung terasa lemas, para pria itu semuanya berbadan gempal, rata-rata mungkin berumuran 4mpat puluh hingga lima puluh tahun. “Asal kamu jauhi Chelsea dan Herman, aku rela ikut kamu”, kataku.Sepanjang perjalanan aku dan Herman membuat kesepakatan, Alex punya sebuah ide cemerlang. “Hidup ini perlu kita jalani walau betapa beratnya, aku harap kamu bisa segera sembuh dan lebih tegar”, kata dokter itu setelah memberikan sebuah suntikan di lenganku. “Hahahaha”, Alex tertawa sambil terus menyopir, entah akan ke mana ia kini membawaku.”Lu pikir mau menyogokku dengan apa?”, ia bertanya. Para pria itu segera membuka pakaian mereka.




















